Tags

, , , ,

image

Dagadu, souvenir khas Yogyakarta yang sepertinya mulai meredup. Berkaca pada Joger, souvenir khas Bali yang tidak pernah mati, maka Dagadu mulai menghilang pesonanya. Letak distronya sebenarnya cukup strategis, terletak di dekat alun-alun utara dan memiliki penampilan luar yang cukup mencolok seperti Joger di Bali.

image

Pertama kali menjejakkan kaki di sini, kesan pertama kali, toko ini cukup sepi dibanding Joger yang tidak pernah sepi oleh pengunjung. Bahkan wisatawan jarang yg mengunjunginya, sangat terlibas oleh kaos murah yang dijajakan di jalanan Malioboro.

image

Kondisi ini sangat berbeda dengan 10 tahun yg lalu saat saya berkunjung ke Jogja.Dagadu palsu sangat banyak beredar di jalanan Malioboro. Bahkan toko kaos imitasinya Dagadu banyak beredar di sekitar Malioboro. Sedangkan saat ini, setiap brand kaos sudah Pe-De untuk membuat brand sendiri yg menonjolkan ciri khas kaosnya tanpa memakai nama besar Dagadu.
Pemandangan ini sungguh menegaskan bahwa pamor Dagadu mulai meredup. Seiring persaingan brand-brand baru kaos di kota pelajar ini.

image

Yang unik adalah di toko Dagadu ini, banyak harga yang tidak dicantumkan dalam souvenir. Jadi kita harus banyak bertanya pada pramuniaga. Aneh bukan? Bayangkan jika ada ratusan costumer yg harus bolak balik bertanya pada pramuniaga. Ataukah itu merupakan strategi penjualan untuk memudahkan menaikkan atau menurunkan harga? Entahlah!

Semoga Dagadu bisa segera berbenah untuk mengembalikan pamornya sebagai souvenir khas Jogja🙂