Tags

, ,

Kondang Merak bukanlah sebuah pantai yang jadi kondang karena banyak meraknya. Namun sebuah pantai yang cukup alami dari Malang selatan. Kira-kira butuh perjalanan sekitar 2 jam dari kota Malang.

image

Pantai ini tidak seterkenal tetangganya yaitu Pantai Bale Kambang. Pantai ini hanya berjarak 4 km dari Bale Kambang (menurut papan petunjuk). Padahal saat kami melakukan perjalanan, hampir selama 20 menit kami harus menerobos hutan belantara yang masih alami dengan jalannya yg masih makadam alias tidak beraspal. Selama perjalanan sungguhlah membuat khawatir, bagaimana tidak, kiri dan kanan jalan hanyalah hutan belantara dan jarang terdapat pengunjung yang datang selain kami. Sesampai di dekat pantai, kami menemukan sebuah pos yang mungkin dulunya digunakan sebagai tempat penarikan tiket masuk yang sudah tidak berpenghuni.

image

Sesampai disana, ternyata kami tak sendiri. Di pantai selatan ini terdapat beberapa pengunjung yang mendirikan tenda. Sebagai pantai Selatan, pantai ini memiliki arus laut yang tidak dahsyat bahkan tergolong tenang. Hal ini karena terdapat banyak karang-karang yang cukup meredam arus pantai ini.

image

Pantai ini cukup tenang dan escaped from the world. Karena disini tidak terdapat sinyal handphone. Tekstur pantainya mengingatkan saya dengan popoh, pantainya berlumut dan memiliki banyak tumpukan terumbu karang, spons, kerang di penghujung pantainya.
Yang paling unik adalah pasirnya yang besar-besar seperti merica yang mengingatkan saya pada pantai Kuta di Lombok.

image

Namun ada lagi satu hal yang cukup unik dan membelalakan mata di era sekarang. Ternyata orang-orang yang berkemah di sekitar pantai ini, memiliki ritual tersendiri di pantai ini. Sore sekitar pukul 3 sore, mereka mulai melepas pakaian mereka dan mulai berendam mendekati karang di pantai tersebut. Ada yang mengenakan pakaian dalam saja dan ada juga yang bugil tanpa mengenal malu.

image

Kami yang hanya pengunjung biasa, tentu heran dengan adat istiadat yang (tidak) biasa ini. Ternyata setelah kami tanyakan pada penduduk asli Malang, itu merupakan ritual pesugihan yang masih dipercayai orang-orang, bahwa berendam di pantai Selatan pada bulan Sura membawa peruntungan tersendiri.
Hmm, yah semoga mereka bisa mendapatkan pencerahan, bahwa sebenarnya segala sesuatu datangnya dari Allah.
Wallahu alam bi shawab