Tags

, ,

Gapura yang sekilas mirip candi ini, memiliki nama Gapura Bajangratu. Berada di desa Temon, Kec.Trowulan, Kab.Mojokerto. Letaknya tak terlalu jauh dari Candi Tikus sekitar 400 meter. Sehingga menjadi rute etape kedua kami dalam menelusuri jejak kejayaan kerajaan Majapahit.

image

Tak beda dengan candi tikus, untuk masuk ke gapura ini, kami diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan membayar retribusi seikhlasnya. Taman yang asri dipadu dengan teriknya matahari, menambah cantik dan eksotis gapura yang sebagian besar dibangun oleh batu bata merah ini.

image

Asal mula nama gapura ini disebut dalan Oudheinkunding Verstag (OV) pada tahun 1915. Gapura ini menggambarkan relief cerita Sri Tanjung dengan dipenuhi ornamen-ornamen relief cerita Ramayana. Bangunan yang berbentuk segi empat berukuran 11,5 x 10 meter ini, memiliki tinggi 16,5 meter dan memiliki bentuk pintu gerbang tipe Paduraksa alias gapura yang memiliki atap.

image

Pendirian gapura ini dikaitkan dengan wafatnya Jayanegara. Menurut Kitab Pararaton, Jayanegara meninggal pada tahun 1328. Menurut para ahli, Gapura Bajangratu ini merupakan pintu masuk menuju bangunan suci untuk mengenang Jayanegara. Dugaan ini didukung oleh relief Sri Tanjung dan Sayap Garuda yang mempunyai simbol sebagai lambang pelepasan,

image

Namun untuk berpose di dalam gapura, pengunjung tidak diperbolehkan menaiki gapura itu. Pengunjung hanya diperbolehkan mengabadikan gapura itu dari luar saja. Hal ini cukup beralasan, karena jika banyak wisatawan yang menaiki gapura tersebut, kemungkinan akan menambah rapuh gapura tersebut.